Ford Kuga Mendominasi Margin Dealer untuk Kelas di Bawah £10,000, Sementara BMW Tetap Memimpin Brand

Ford Kuga: Raja Margin Retail di Pasar Mobil Bekas pada Bulan Juni

Pada bulan Juni, Ford Kuga kembali meraih posisi teratas dalam pantauan Margin Retail oleh Dealer Auction, mencetak potensi keuntungan tertinggi di segmen mobil bekas di bawah £10,000. Dengan rata-rata margin retail sebesar £2,600, mobil SUV ukuran menengah ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan £2,225 ketika terakhir kali memimpin pada bulan Maret. Kuga telah menjadi primadona di daftar ini sepanjang tahun 2025, melanjutkan performa impresifnya dari tahun 2024.

Kieran TeeBoon, Direktur Pemasaran Dealer Auction, menyatakan bahwa data yang terkumpul menunjukkan kombinasi pola yang sudah dikenal dan tren yang sedang berkembang. Menurutnya, “Kuga adalah performa terbaik secara keseluruhan di tahun 2024 dan tetap kuat hingga saat ini.” Pernyataan ini menegaskan betapa dominannya Kuga dalam pasar mobil bekas di Inggris.

Namun, yang menarik adalah munculnya model-model baru dalam sepuluh besar, yang menunjukkan dinamika pasar mobil bekas yang terus berubah. Di antaranya adalah Hyundai i30 yang menduduki peringkat ketiga dengan margin sebesar £2,375, dan Fiat 500X yang berada di posisi ketujuh dengan margin £2,315. Vauxhall Insignia juga kembali mencuri perhatian dengan garis margin £2,300 dan menjuarai kategori ‘kecepatan untuk dijual’, dengan rata-rata waktu penjualan hanya 27 hari.

Ford Kuga

Dalam peringkat, Peugeot 2008 berhasil melesat ke posisi kedua dengan margin rata-rata £2,425, sementara saudaranya, Peugeot 3008, juga tetap bertahan di sepuluh besar. Hal ini menunjukkan bahwa produk dari Peugeot masih diminati oleh konsumen di pasar mobil bekas.

Selain itu, dalam kategori di atas £10,000, Volvo XC90 mencatat margin rata-rata tertinggi yang pernah tercatat di tahun 2025, mencapai £5,200. Ini menjadikannya sebagai pemimpin dalam kategori ini untuk kedua kalinya tahun ini, mengungguli Land Rover Discovery Sport yang berada di posisi kedua dengan £4,200 dan Range Rover Evoque yang mencetak £4,050.

Menariknya, setengah dari model-model yang masuk peringkat teratas dalam kategori harga yang lebih tinggi ini berasal dari merek-merek mainstream seperti Kia, Volkswagen, Nissan, dan Ford. Ini mencerminkan minat yang terus berlanjut dari para pembeli terhadap contoh mobil dengan spesifikasi lebih tinggi dari merek-merek mass-market.

BMW tetap menjadi merek dengan margin tertinggi di bawah £10,000 selama enam bulan berturut-turut, dengan rata-rata margin sebesar £2,425. Diikuti oleh Mercedes-Benz dan Volvo, yang mencatat margin masing-masing sebesar £2,350 dan £2,300. Ini menunjukkan kepercayaan yang terus tumbuh terhadap produk-produk dari merek-merek tersebut di pasar mobil bekas.

Kieran TeeBoon menegaskan bahwa performa perdagangan yang kuat sejauh tahun ini memberikan keyakinan yang lebih besar bagi para dealer dalam menentukan harga. “Pasar mobil bekas berfungsi sebagai kekuatan yang stabil,” ungkapnya. Dengan prediksi bahwa akan ada sekitar 7,64 juta transaksi mobil bekas di Inggris tahun ini, data menunjukkan bahwa ada peluang yang jelas bagi para dealer untuk melindungi dan meningkatkan margin mereka.

Di tengah dinamika pasar yang terus berubah, penting bagi para dealer untuk memahami tren dan pola yang ada. Pembeli kini semakin cerdas dalam memilih, dan mereka mencari nilai terbaik dari setiap pound yang mereka investasikan. Maka dari itu, dealer diharapkan dapat beradaptasi dan menawarkan kendaraan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga memberikan nilai tambah dalam hal margin.

Dengan perhatian yang semakin besar terhadap keberlanjutan dan efisiensi, minat terhadap mobil bekas yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan juga semakin meningkat. Oleh karena itu, mengidentifikasi kendaraan yang dapat memenuhi permintaan ini adalah langkah penting bagi para dealer yang ingin meraih sukses di pasar yang kompetitif ini.

Keberhasilan Ford Kuga, Peugeot 2008, dan model-model lainnya dalam daftar ini menunjukkan bahwa pasar mobil bekas tidak hanya dipengaruhi oleh harga, tetapi juga oleh keinginan konsumen untuk memiliki kendaraan yang dapat memberikan pengalaman berkendara yang baik, efisiensi bahan bakar, dan fungsi yang memadai.

Dengan semua tren yang ada, dealer harus lebih proaktif dalam memperbarui stok mereka dan menyesuaikan strategi pemasaran. Menggunakan analisis data untuk memahami apa yang dicari oleh konsumen akan menjadi kunci bagi keberhasilan di tahun-tahun mendatang. Bagi masyarakat umum, ini adalah waktu yang tepat untuk membeli mobil bekas, dengan banyaknya pilihan yang tersedia dan potensi keuntungan yang tinggi untuk para dealer.

Akhir kata, pasar mobil bekas di Inggris terlihat menjanjikan, dengan banyaknya potensi pertumbuhan dan inovasi yang dapat diraih. Para dealer yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap tren ini akan menjadi pemenang di masa depan.

Leave a Comment