Koalisi Industri Mendorong Pemerintah Untuk Mendukung Pasar Kendaraan Listrik Bekas dengan Dana £1,4 Miliar

Menghadapi Tantangan Pasar Bekas di Era Kendaraan Listrik: Usulan untuk Mendorong Pertumbuhan

Lebih dari 30 organisasi dari industri otomotif bersatu untuk mendesak tindakan segera guna mendukung pasar kendaraan listrik berbaterai bekas (BEV). Dalam sebuah surat terbuka yang disampaikan kepada Menteri Transportasi, Heidi Alexander, kelompok ini menekankan pentingnya memprioritaskan sektor kendaraan bekas dalam alokasi dana senilai £1,4 miliar yang dijanjikan bulan lalu untuk mendorong adopsi kendaraan listrik di kalangan mobil, van, dan truk berat (HGV).

Koalisi ini dipimpin oleh Asosiasi Penyewaan dan Leasing Kendaraan Inggris (BVRLA) dan didukung oleh berbagai organisasi di ekosistem kendaraan listrik. Di antara para pendukungnya terdapat Asosiasi Dealer Franchised Nasional, perusahaan leasing, perusahaan asuransi, penyedia perawatan, spesialis remarketing, dan produsen terkemuka seperti BYD, MG Motor UK, dan Polestar.

Nilai Pasar Bekas yang Signifikan

Koalisi ini menyuarakan bahwa dukungan yang terarah untuk sektor EV bekas adalah pendekatan paling efisien dalam mempercepat adopsi BEV, terutama untuk rumah tangga dan usaha kecil. Pasar kendaraan bekas hampir empat kali lebih besar dibandingkan pasar mobil baru, menjadikannya sebagai faktor kunci dalam mencapai ambisi transportasi nol emisi di Inggris.

Toby Poston, CEO BVRLA, menegaskan, “Mempertahankan permintaan dan nilai kendaraan listrik bekas yang sehat sangat penting jika kita ingin menghadirkan transisi yang berkelanjutan. Hubungan antara pasar baru dan bekas adalah hal yang krusial.”

Poston juga menjelaskan bahwa rendahnya nilai residual kendaraan listrik bekas berdampak pada biaya pembiayaan dan leasing kendaraan baru. Hal ini berpengaruh pada semua pelanggan, khususnya konsumen dan usaha kecil, yang dapat melemahkan permintaan dan mengikis kepercayaan dalam ekosistem BEV.

Tindakan Terpadu Diperlukan

Selain dukungan finansial seperti subsidi dan hibah untuk meningkatkan aksesibilitas, surat tersebut juga menyerukan perlunya intervensi yang lebih luas. Ini mencakup investasi dalam pelatihan dan keterampilan, standar kesehatan baterai yang konsisten, serta kampanye edukasi publik untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Panggilan ini muncul setelah laporan “Road to Zero” terbaru dari BVRLA, yang memperingatkan bahwa transisi EV di Inggris “gantung di tepi jurang” karena nilai kendaraan BEV bekas yang jatuh bebas. Rata-rata harga mobil listrik bekas telah turun sebesar 46% sejak tahun 2021, sementara penurunan untuk kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel hanya mencapai 19%.

Poston menambahkan, “Kami tahu pemerintah mendengarkan. Dana sebesar £1,4 miliar yang dijanjikan untuk mendukung adopsi EV bulan lalu dapat memberikan dampak signifikan.”

Membangun Dialog dengan Pemerintah

Para penandatangan surat tersebut mencakup penyedia leasing dan pembiayaan besar seperti Arval UK, Alphabet, dan Zenith, serta badan industri seperti Asosiasi Penyelenggara Asuransi Inggris, Institut Industri Motor, Autotrader UK, EVA England, dan Asosiasi Remarketing Kendaraan. Koalisi ini kini mencari dialog aktif dengan menteri untuk membentuk lingkungan yang stabil dan mendukung bagi sektor EV bekas, yang mereka anggap esensial untuk masa depan nol emisi yang adil dan inklusif.

Tahun lalu, Automotive Management melaporkan bahwa rata-rata harga kendaraan listrik bekas di Inggris telah jatuh sebesar £7,411 dalam dua tahun terakhir, dari £30,441 pada Mei 2023 menjadi £23,029 pada Mei 2025, menurut data dari Marketcheck. Penurunan harga ini menunjukkan tantangan serius yang dihadapi sektor kendaraan listrik, di mana masyarakat masih memperdebatkan aksesibilitas dan keberlanjutan kendaraan listrik.

Permintaan untuk Kendaraan Listrik yang Terjangkau

Sebuah penelitian yang dirilis tahun lalu oleh perusahaan pembiayaan otomotif Startline menunjukkan bahwa dealer percaya pasar mobil bekas membutuhkan lebih banyak EV yang terjangkau. Sekitar satu dari empat dealer mengkhawatirkan adanya terlalu banyak kendaraan listrik eksekutif yang mahal di pasar, yang mungkin menghalangi konsumen biasa untuk beralih ke teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Kendaraan listrik berbaterai memiliki potensi besar untuk memangkas emisi karbon dan mematuhi regulasi lingkungan yang semakin ketat. Namun, ketidakstabilan harga di pasar bekas menimbulkan kekhawatiran yang perlu segera diatasi untuk memastikan transisi yang mulus dan inklusif menuju kendaraan listrik di masa depan.

Kesimpulan: Menuju Masa Depan yang Bersih dan Berkelanjutan

Semua elemen dari koalisi ini sepakat bahwa tanpa dukungan yang memadai dan langkah-langkah yang strategis, tantangan yang dihadapi pasar kendaraan listrik bekas bisa menghambat kemajuan yang telah dicapai. Dengan mengedepankan sektor kendaraan listrik bekas, tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga menggairahkan pasar yang menjanjikan ini untuk berkontribusi pada mobilitas berkelanjutan di masa yang akan datang.

Dari investasi dalam pelatihan hingga kampanye kesadaran publik, langkah-langkah ini dapat memberikan pengaruh positif yang signifikan bagi industri otomotif dan masyarakat luas. Pemerintah, pengusaha, dan semua pemangku kepentingan harus melihat pendekatan ini sebagai peluang untuk mempercepat transisi menuju solusi transportasi yang lebih bersih dan efisien.

Leave a Comment