Produsen OEM Tiongkok Ganda Pangsa Pasar Eropa dan Lampaui Penjualan Ford pada Semester Pertama

Perkembangan Merek Mobil Tiongkok di Eropa: Peluang dan Tantangan di Pasar Otomotif Global

Dalam dua tahun terakhir, industri otomotif Eropa telah mengalami perubahan signifikan, terutama dengan meningkatnya keberadaan merek mobil Tiongkok di pasar. Menurut data terbaru dari Jato Dynamics, pangsa pasar merek mobil Tiongkok hampir dua kali lipat, mencapai 5,1% dan berhasil mengungguli merek-merek ikonik seperti Ford di Eropa pada paruh pertama tahun ini. Fenomena ini mencerminkan dinamika baru dalam pasar otomotif yang semakin kompetitif, di mana merek Tiongkok menunjukkan pertumbuhan yang mencolok di tengah penurunan pasar mobil baru di Eropa.

Tren Penurunan Pasar Mobil Eropa

Pasar mobil baru di Eropa telah mengalami penyusutan, dengan pendaftaran bulanan turun 4,4% dibandingkan tahun lalu, mencatat total 1.250.868 unit pada bulan Juni. Ini menciptakan tantangan bagi banyak produsen mobil global, terutama yang berasal dari Eropa, Jepang, Korea, dan Amerika Serikat. Dalam konteks ini, lima produsen mobil asal Tiongkok yang menjadi pendorong utama pertumbuhan yang pesat di pasar Eropa yaitu BYD, Jaecoo, Omoda, Leapmotor, dan Xpeng.

Merek Tiongkok Mencatat Pertumbuhan yang Pesat

Salah satu merek yang paling menonjol adalah BYD, yang dikenal agresif dalam strategi penetapan harga. Dalam paruh pertama 2025, BYD mencatat penjualan 70.500 unit, meningkat 311% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada bulan Juni saja, mereka berhasil menjual 15.565 unit, memasuki daftar 25 merek terlaris dan mengungguli Suzuki, Mini, dan Jeep.

Menariknya, model BYD Seal U telah menjadi salah satu PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) terlaris di Eropa, bersaing ketat dengan Volkswagen Tiguan. Ini menunjukkan bagaimana inovasi dan strategi pemasaran yang tepat dapat membawa merek ini ke posisi kompetitif di pasar yang sangat menantang.

Jaecoo dan Omoda, yang merupakan bagian dari Chery, juga menunjukkan kemajuan yang signifikan meskipun tidak sepenuhnya bergantung pada lini mobil listrik mereka. Keduanya mencatat bahwa SUV yang menggunakan mesin pembakaran internal (ICE) mendominasi pendaftaran bulanan mereka. Selain itu, Leapmotor mencatat lebih dari 8.300 unit terjual pada bulan Juni, didorong oleh popularitas mobil kota T03 dan SUV C10.

Xpeng, merek mobil Tiongkok lainnya, telah berhasil merebut perhatian konsumen Eropa dengan G6 SUV yang menjadi favorit di kalangan pelanggan. Dengan total pendaftaran 8.338 unit pada paruh pertama 2025, Xpeng menunjukkan bahwa merek-merek Tiongkok berkomitmen untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi yang dapat bersaing di segmen premium.

Penurunan Pangsa Pasar Merek Terbesar

Di sisi lain, beberapa pemain besar di industri otomotif harus menghadapi kenyataan pahit: penurunan pangsa pasar. Stellantis, sebagai salah satu kelompok otomotif terbesar, mengalami penurunan terbesar dengan pangsa pasar mereka turun dari 16,7% menjadi 15,3% tahun-ke-tahun. Mereka juga mencatatkan volume pendaftaran terendah dalam paruh pertama sejak pendirian grup tersebut di tahun 2021.

Hanya tiga dari sepuluh merek Stellantis yang mencatat pertumbuhan, yaitu Alfa Romeo, Peugeot, dan Jeep, sementara merek-merek lain seperti Fiat dan Citroen mengalami penurunan secara signifikan. Fenomena ini menyoroti kebutuhan mendesak bagi produsen untuk memperkenalkan model baru dan beradaptasi dengan permintaan pasar yang berubah.

Tesla dan Persaingan yang Ketat

Merek asal Amerika Serikat, Tesla, juga merasakan dampak dari meningkatnya persaingan. Dalam paruh pertama 2025, mereka mengalami penurunan pangsa pasar yang signifikan dari 2,4% menjadi 1,6%. Menariknya, Xiaomi, pemilik MG, untuk pertama kalinya berhasil mengungguli Tesla dalam volume pendaftaran. Sementara Tesla mencatatkan penurunan volume penjualan sebesar 33% menjadi 109.264 unit, MG berhasil meningkatkan volumenya sebesar 22% menjadi 162.153 unit.

Felipe Munoz, analis global di JATO Dynamics, mencatat bahwa penurunan Stellantis disebabkan oleh minimnya inovasi produk baru dan fokus yang meningkat pada kendaraan listrik, yang umumnya lebih mahal dibandingkan model berbahan bakar internal. Di saat yang sama, persaingan dari merek-merek seperti BYD dan Volkswagen Group semakin membuat situasi menjadi sulit bagi Tesla untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar.

Kenaikan Penjualan Kendaraan Listrik (BEV)

Di tengah tantangan yang dihadapi pasar otomotif Eropa, segmen kendaraan listrik (Battery Electric Vehicle/BEV) menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pendaftaran BEV melebihi satu juta unit pada paruh pertama tahun ini, mencatatkan 1.193.397 pendaftaran, meningkat 25% dibandingkan tahun lalu. Meskipun pertumbuhan ini mengalami perlambatan pada bulan Juni, segmen ini menyumbang 17,4% dari total pasar mobil baru di Eropa.

Data Jato Dynamics menunjukkan bahwa BYD merupakan OEM yang paling bergantung pada segmen BEV, dengan sekitar 64% dari total penjualannya berasal dari kendaraan listrik. Namun, seiring dengan pertumbuhan ini, ada perubahan strategis menuju powertrain lain untuk mengurangi dampak tarif yang diterapkan pada BEV.

Model Terlaris di Eropa

Dalam hal model, Tesla Model Y kembali menjadi kendaraan listrik terlaris di Eropa baik pada bulan Juni maupun paruh pertama 2025. Meskipun mengalami tantangan, Model Y menunjukkan tanda-tanda pemulihan, dengan pendaftaran yang tidak mengalami penurunan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Di sisi lain, Renault Group turut mencatat keberhasilan dengan Renault Clio yang menduduki posisi teratas dalam peringkat model, dengan lebih dari 27.200 unit terdaftar pada bulan Juni. Pencapaian ini menunjukkan bahwa ada peluang besar bagi merek yang dapat menyesuaikan diri dan memahami kebutuhan konsumen.

Kesimpulan

Kesuksesan merek mobil Tiongkok di pasar Eropa membuka babak baru dalam industri otomotif global. Sementara para pemain besar berjuang untuk mempertahankan pangsa pasar mereka, merek-merek inovatif dari Tiongkok menunjukkan pertumbuhan yang pesat berkat strategi yang tepat dan pemahaman mendalam tentang tren dan preferensi konsumen. Dalam dunia otomotif yang terus berubah ini, tantangan dan peluang akan selalu berdampingan, dan hanya mereka yang mampu beradaptasi yang akan bertahan.

Leave a Comment