Hyundai Memperkenalkan Beragam SUV Turbo Menarik di GIIAS 2025: Dari SANTA FE hingga PALISADE

Kenaikan Pesat Merek Mobil Cina di Pasar Eropa: Menyusul Nama Besar seperti Ford dan Mercedes

Pasar otomotif Eropa saat ini tengah mengalami perubahan dramatis, di mana merek-merek mobil Cina mulai mengambil alih pangsa pasar yang signifikan. Data terbaru dari Jato Dynamics menunjukkan bahwa merek mobil Cina hampir menggandakan pangsa pasar mereka menjadi 5,1%, menyalip merek-merek ternama seperti Ford dalam paruh pertama tahun ini. Ini adalah langkah besar di tengah menyusutnya pasar mobil baru di Eropa yang semakin memperketat persaingan, yang secara langsung berdampak pada merek-merek mobil asal Eropa, Jepang, Korea, dan Amerika.

Prestasi Mengesankan Merek Mobil Cina

Dalam enam bulan pertama 2025, merek mobil Cina berhasil mencatatkan volume penjualan yang meningkat sebesar 91%. Meskipun mereka hampir menyamai pangsa pasar Mercedes yang mencatatkan 5,2%, kehadiran mereka di pasar Eropa cukup menonjol, bahkan berhasil mengalahkan Ford yang hanya mencatatkan 3,8%. Capaian ini sangat mencolok, terutama pada bulan Juni ketika merek-merek Cina bisa menjual lebih banyak unit dibandingkan Mercedes.

Namun, di saat banyak batasan yang ada di pasar Eropa, ada beberapa produsen mobil (OEM) yang menjadi penggerak pertumbuhan pesat bagi merek-merek Cina di Eropa, antara lain BYD, Jaecoo, Omoda, Leapmotor, dan Xpeng.

Gambar mobil BYD

BYD: Sang Pemimpin Pasar

BYD, salah satu pemain terbesar dalam industri mobil listrik, menerapkan strategi harga yang agresif, berkontribusi besar terhadap lonjakan penjualan, dengan 70.500 unit terjual di paruh pertama 2025, naik 311% dibandingkan tahun lalu. Pada bulan Juni saja, BYD mampu menjual 15.565 unit, masuk dalam daftar 25 merek terlaris dan berhasil mengalahkan produsen mobil terkenal seperti Suzuki dan Mini.

Mobil BYD Seal U, bersamaan dengan Volkswagen Tiguan, menjadi salah satu kendaraan plug-in hybrid terlaris di Eropa pada bulan Juni dan menempati posisi ketiga dalam paruh tahun.

Gambar BYD Seal U

Jaecoo dan Omoda: Merek yang Berjaya

Jaecoo dan Omoda, yang keduanya merupakan bagian dari Chery, juga menunjukkan kemajuan yang signifikan. Meskipun tidak seluruhnya berasal dari barisan mobil listrik, pencapaian mereka tetap mengesankan. Pada bulan Juni, SUV plug-in hybrid menyumbang 29% dari total registrasi mereka, sementara hampir dua pertiga (63%) berasal dari model mesin pembakaran internal (ICE). Jaecoo 7 sukses mencatatkan sebagai PHEV terlaris ke-9 di Eropa pada bulan yang sama.

Leapmotor dan Xpeng: Pepatah “Motor Listrik” yang Menarik

Leapmotor juga menunjukkan kehadiran yang kuat dengan mencatatkan lebih dari 8.300 unit terjual di bulan Juni saja, sebagian besar berkat popularitas mobil kota T03 dan SUV C10 mereka. Sementara itu, Xpeng semakin menunjukkan taringnya sebagai merek mobil Cina premium yang paling sukses di Eropa, dengan 8.338 unit terdaftar selama paruh pertama tahun ini. Permintaan kuat untuk SUV G6 menjadi faktor penentu, mencatatkan 5.615 unit dari total penjualan tersebut.

Gambar Xpeng G6

Nama Besar Menghadapi Tantangan

Di tengah pertumbuhan pesat merek Cina, beberapa pemain besar dalam industri otomotif mengalami penurunan pangsa pasar. Stellantis, yang terdiri dari banyak merek warisan, mencatatkan penurunan terbesar dari 16,7% menjadi 15,3% pada enam bulan pertama tahun ini. Hal ini membuat Stellantis mengalami volume registrasi terendah sejak didirikan pada tahun 2021.

Hanya tiga dari sepuluh merek Stellantis yang mengalami pertumbuhan positif, yaitu Alfa Romeo, Peugeot, dan Jeep. Sementara merek-merek lain, termasuk Fiat dan Citroen, mengalami penurunan pendaftaran yang tajam, dengan total volume jatuh 8,6% dan 11,7% di bulan Juni.

Gambar Merek Stellantis

Tesla: Perubahan Posisi di Pasar

Tesla mencatatkan penurunan pangsa pasar yang kedua terburuk di paruh pertama 2025, turun menjadi 1,6% dari 2,4% pada tahun lalu. Selama periode yang sama, Tesla kehilangan posisinya dalam peringkat grup, tergeser oleh SAIC Motor, pemilik merek MG, yang untuk pertama kalinya berhasil menjual lebih banyak unit daripada Tesla. SAIC melaporkan peningkatan penjualan sebesar 22%, sementara Tesla justru mengalami penurunan hingga 33%.

Tren Kendaraan Listrik di Eropa

Segmen kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) menjadi sinar harapan di pasar mobil baru Eropa, dengan pendaftaran BEV melampaui satu juta unit untuk pertama kalinya. Dalam total, 1.193.397 unit terdaftar pada paruh pertama tahun ini, mencatatkan kenaikan 25% dibandingkan tahun lalu. Meskipun mengalami perlambatan pertumbuhan di bulan Juni dengan peningkatan sebesar 15%, BEV kini menyumbang 17,4% dari total pasar mobil baru Eropa.

Gambar Infrastruktur BEV

Meskipun terdapat potensi pertumbuhan di segmen ini, beberapa produsen seperti BYD dan SAIC mencatatkan penurunan pangsa pasar BEV mereka. Namun, Ford menunjukkan peningkatan yang signifikan di segmen ini, menyaksikan kontribusi BEV yang meningkat dari 4,5% menjadi 13,7% dalam periode yang sama.

Model dengan Penjualan Tertinggi

Berdasarkan model, Tesla Model Y tetap menjadi kendaraan BEV terlaris di Eropa baik pada bulan Juni maupun paruh pertama tahun 2025. Meskipun mengalami tantangan, pendaftaran Model Y menunjukkan sedikit peningkatan, mencerminkan tren positif setelah mengalami penurunan di awal tahun.

Gambar Tesla Model Y

Grup Renault Memimpin Peringkat Model

Grup Renault meraih posisi teratas dalam peringkat model baik pada bulan Juni maupun paruh pertama 2025 dengan lebih dari 27.200 unit Renault Clio yang terdaftar di bulan Juni. Dacia Sandero menjadi model kedua terlaris di paruh pertama tahun ini, menandakan keberhasilan strategi penjualan mereka.

Sejumlah model lainnya juga berhasil menunjukkan performa baik, antara lain Peugeot 208 dan Opel/Vauxhall Corsa yang masing-masing mengalami peningkatan pendaftaran yang signifikan.

Kesimpulan

Kenaikan pesat merek-merek mobil Cina di pasar Eropa mencerminkan perubahan besar dalam lanskap industri otomotif global. Dengan inovasi yang terus berkembang dan strategi yang agresif, pemain baru ini menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing bahkan melampaui nama-nama besar di industri. Sementara itu, tantangan yang dihadapi oleh merek-merek besar di pasar menunjukkan pentingnya untuk terus beradaptasi dengan tren dan permintaan konsumen yang terus berubah. Peta persaingan di pasar otomotif Eropa akan semakin menarik untuk disaksikan di tahun-tahun mendatang.

Leave a Comment