Penutupan Pembicaraan: Formula E dan DTM Tidak Berkolaborasi di Norisring
Dalam perkembangan terbaru dunia motorsport, pembicaraan antara Formula E dan DTM mengenai potensi kolaborasi di sirkuit Norisring telah berakhir tanpa kesepakatan. Rencana yang sempat menjanjikan ini, yang berpotensi menghadirkan juara listrik untuk berlaga di sirkuit terkenal tersebut pada tahun 2027, kini harus dibatalkan.
Latar Belakang Pertemuan
Menurut laporan dari Motorsport.com dan Motorsport-Total.com, perwakilan dari Formula E dan promotor DTM, ADAC, telah melakukan pertemuan di Nuremberg pada akhir Februari lalu. Tujuan utama pertemuan ini adalah untuk mengeksplorasi kemungkinan kolaborasi antara kedua ajang balap yang semakin populer ini.
Inisiatif ini tampaknya datang dari pihak Formula E, yang sedang mempertimbangkan untuk pindah lokasi setelah bertahun-tahun menggelar balapan di Berlin. ADAC menunjukkan minat untuk mendukung ide ini, dengan syarat bahwa kolaborasi tersebut akan menciptakan sinergi yang dapat mengurangi biaya penyelenggaraan acara.
Ide Kolaborasi di Nuremberg
Awalnya, Kota Nuremberg menunjukkan minat untuk menjadi tuan rumah bagi kedua seri balap tersebut pada akhir pekan yang sama. Namun, ide tersebut dengan cepat dibatalkan karena perbedaan dalam persyaratan sponsor. Menurut pernyataan dari Motorsport-Club Nuremberg (MCN), adaptasi branding visual di sirkuit jalan raya dalam waktu singkat antara sesi perlombaan tidak mungkin dilakukan, terutama mengingat keterbatasan infrastruktur iklan digital yang ada.
Berbagi trek juga memunculkan tantangan dalam penjadwalan tayangan televisi. Maka dari itu, rencana tersebut akhirnya diubah menjadi balapan di akhir pekan yang terpisah. Formula E diharapkan akan menggelar acara pada 25-26 Juni 2027, sementara DTM tetap dengan jadwal tradisionalnya pada 2-4 Juli.
Alasan Berakhirnya Pembicaraan
Namun, setelah pertemuan di Nuremberg, perwakilan ADAC dilaporkan menarik diri dari diskusi yang ada. Penyebab utama keputusan ini adalah munculnya tuntutan yang tidak terduga dari Formula E. Selama evaluasi terhadap sirkuit, pejabat Formula E mengetahui bahwa layout 2.162 km—terutama bagian antara hairpin Grundig dan Dutzendteich—dinilai terlalu pendek untuk mobil Gen4 yang lebih bertenaga yang akan diperkenalkan pada akhir tahun 2026. Dalam skenario tersebut, waktu lap diperkirakan hanya sedikit lebih dari 40 detik, menimbulkan masalah potensial ketika harus menampung grid penuh berisi 24 mobil.
Usulan Modifikasi Layout
Sumber berita mengindikasikan bahwa Formula E bahkan mengajukan proposal untuk memodifikasi layout sirkuit. Rencana itu termasuk mengarahkan mobil ke belokan kanan setelah pit, di mana saat ini dikenal dengan sudut Scholler-S (yang kini menjadi sudut Thomas Sommer), menuju Frankenstadion. Terdapat rencana untuk membuat hairpin baru yang akan mengarahkan mobil menuju area parkir stadion sebelum kembali ke sirkuit asli. Pilihan alternatif juga dipertimbangkan, yang melibatkan pengalihan langsung melewati hairpin Grundig yang saat ini ada—seperti yang terjadi sebelum tahun 1971—dengan hairpin baru yang diposisikan lebih jauh ke bawah jalan.
Namun, rencana memodifikasi sirkuit tersebut mengakibatkan biaya yang jauh lebih tinggi dan juga berdampak pada DTM, termasuk hilangnya beberapa grandstand dan kapasitas penonton. Akibatnya, kemungkinan sinergi antara kedua ajang balap menjadi terbatas, terutama mengingat restorasi grandstand Steintribune yang akan mengurangi kapasitas berdiri hingga 2028.
Peluang Baru untuk DTM di Tempelhof?
Keputusan cepat Formula E untuk memperpanjang kontrak di Berlin mungkin mengejutkan banyak pihak, namun hal ini bisa memberikan keuntungan bagi DTM. Seri yang dikelola oleh ADAC dapat mempertimbangkan kembali rencana untuk memanfaatkan sirkuit Tempelhof, yang berpotensi menambah satu lokasi Jerman lagi dalam kalendernya. Rencana tersebut tampaknya tidak mungkin terwujud mengingat ambisi Formula E di Nuremberg.
Namun, perlu diingat bahwa langkah DTM untuk menggunakan sirkuit Tempelhof tidak mungkin terjadi sebelum tahun 2028, karena proyek tersebut memerlukan dukungan politik akibat kondisi lokal yang ada. Mengingat pemilihan negara bagian di Berlin tidak akan berlangsung hingga 20 September 2026, lanskap politik di masa depan—serta dampaknya terhadap rencana tersebut—masih sangat tidak pasti.
Kesimpulan
Dalam dunia motorsport yang semakin berkembang, kolaborasi antara Formula E dan DTM di Norisring memberikan gambaran tentang tantangan dan peluang yang dihadapi oleh kedua ajang balap ini. Meskipun pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan, diskusi terkait potensi modifikasi sirkuit dan pertimbangan infrastruktur menjadi penting untuk masa depan keduanya. Dengan perubahan yang terjadi, baik Formula E maupun DTM harus terus beradaptasi dan mencari peluang baru untuk menjangkau penggemar dan menciptakan pengalaman balap yang lebih baik lagi.
Peluang untuk menambah venue di kalender balap yang diorganisir oleh DTM seperti Tempelhof menunjukkan bahwa meskipun satu pintu tertutup, banyak jalan baru yang mungkin terbuka dalam dunia balap mobil. Saat kita melangkah ke masa depan, seluruh komunitas motorsport akan terus berharap untuk inovasi dan kolaborasi yang membawa mereka ke tingkat yang lebih tinggi.